Malam menjelang mataku terpejam,, maka sebelumnya aku tertarik untuk mengevaluasi kegiatanku hari ini. sedikit, tapi setiap apapun yang kulakukan hari ini semoga ada sedikit ilmu yang aku peroleh untuk kuambil pelajaran, karena aku ingin cuma setiap harinya Allah punya alasan untuk meningkatkan satu derajat lebih dari hari kemarin. Dimulai dengan bangun pagi, kembali aku mengulang kesalahan yaitu sholat shubuh pukul 06.15, terlalu pagi atau kepagian??????? ups malu, dan aktivitas rutin yaitu menghafal juz 30 yang rencananya tanggal 10 Juni nanti aku bisa ikut ujian tahfiz, berikutnya adalah seperti biasa mencari dan melengkapi data, sempat jenuh dengan data yang tak selesai-selesai, kalau gitu kapan dapat mengisi bab 4 skripsiku?? bimbang.
siangnya, ternyata penyakit wanitaku datang juga, sudah cukup bikin nyeri di perut, pegel-pegel sebagian badan. memaksaku untuk harus tidur siang supaya mengajarku nanti tidak terganggu. Pukul 14.30 siap-siap berangkat ngajar di Primagama tepatnya ada di Plaza niaga, ini sudah jadi rutinitas pengantar sore ku sejak kurang lebih 3 bulan lalu. Pertama ku melaksanakan pekerjaan ini, serasa aku baru saja menjelma menjadi aku yang sebenarnya dan punya rasa puas tersendiri ketika aku membagikan sedikit ilmu ku pada mereka, sangat suka sekali dengan perhitungan matematika yang terlihat rumit tapi ketika aku bisa memecahkannya senang luarbiasa. teringat dulu pernah pertama kali aku remedial matematika tentang bab geometri,, hmmmm teori imajinasi yang susah.
oya, pengalaman pertama aku mengajar dikenalkan dengan satu murid namanya Rian. Dia siswa kelas 10, entah di mana sekolahnya. sebenarnya ingin tanya banyak di sela-sela aku ngajar tentang kimia yang dengan terpaksa ku belajar lagi (karena dulu nilai kimiaku sekarat, jadi banyak lupa). Shock..,, Guyss jika siapa saja yang melihat sosok rian adalah priya yang berbadan tinggi, tampan, mungkin begitu persepsi orang yang ngelihat. Tahukah kawan,,, rian ternyata adalah salah satu penyandang cacat, telinganya tak sempurna mendengar, bibirnya kurang fasih melafazkan kata-kata. Seketika prihatin melihatnya, . Tapi aku tidak memperlalukan dia layaknya orang yang punya keterbatasan, sebisa mungkin aku dekati dia dan dengan pelan-pelan kusampaikan materi sore itu.
tapi guyss,, rian adalah murid yang paling jarang absen, kulihat dari daftar absennya dia yang paling rajin. dia memperhatikan dari setiap apa yang kusampaikan tentang ikatan molekul kalo gasalah. dipenghujung bab dia mengerjakan soal latihan, dan jawabannya benar semua. dari sedikit keterbatasannya aku yakin rian adalah siswa pintar, bahkan mungkin lebih paham dari ku. Diamnya adalah waktu panjang untuk dia berfikir dan memperdalam ilmu. Tak ada percakapan panjang, hanya sedikit kode-kode dia ketika mengatakan sesuatu dengan aksen yang kurang jelas.
rian membuatku instrospeksi dan mengevaluasi diri, panca inderanya yang tak sempurna tidak lantas dia mengeluh dan diam di rumah. justru dia tetap semangat mencari ilmu untuk mengejar mimpinya dan menjadi orang yang arif dalam menyikapi hidup. bagaimana dengan aku??? lima panca inderaku normal., lalu apakah semangatku untuk mengejar mimpi sesemangat rian?? ternyata belum. terlalu banyak mengeluh, mengutamakan masalah yang sepele dan picisan, menangis dengan alasan konyol, selalu merasa mereka semua lebih bisa dari pada aku dan aku bukanlah siapa-siapa. Cemen, ,, .
Trimakasih rian, aku belajar banyak dari mu. semoga aku dapat sesemangat dirimu karena aku punya banyak mimpi yang belum kudapat.
untuk sore ini, aku bertemu dengan sikembar + gendut andra dan andri, juga farah di kelas. menyenagkan, dan mereka membuatku tertawa lebar dengan leluconnya.
Rabu, 30 Mei 2012
Rabu, 23 Mei 2012
Depresi
trimakasih sudah bersedia menjadi tempat aku menumpahkan air mataku hari ini Rabb,,
jangan jauh dariku walau sedetikpun atau yang lebih sedikit dari itu. ku tau aku akan membaik jika kusampaikan keluhanku padaMU, tentang bab 4 skripsiku yang tak beres-beres dan tetek-bengek lainnya.
jangan jauh dariku walau sedetikpun atau yang lebih sedikit dari itu. ku tau aku akan membaik jika kusampaikan keluhanku padaMU, tentang bab 4 skripsiku yang tak beres-beres dan tetek-bengek lainnya.
Cobaan Persahabatan, Bukan Takdir Tuhan
momen ini merasa untuk perlu ku postkan,, karena bagiku ini adalah jawaban dari pertanyaanku yang tak pernah terucap entah sudah berapa lama sejak aku mengenalinya.
Keputusan anda benar bung, untuk menjadikan aku adalah sahabat anda dan bukan pacar atau pasangan anda. karena setelah kupikir-pikir, jikapun kita saling mencintai dan apakah aku siap dengan sesuatu yang terjadi ketika tiba-tiba nanti anda memintaku menikah besok? itu ide gila bukan? tentu saja aku belum siap. masa lajangku masih ingin kujalani untuk beberapa tahun lagi, untuk menitih hidup perjuangan dengan penuh kemandirian. Alhamdulillah tak terjadi,,, untungnya status kita yang selama ini ingin aku pertanyakan tapi berat sudah kuketahui,, aku ternyata adalah sahabatmu.
dan kamu akan memilih dengan orang yang lebih siap dan memang keinginanmu sendiri,, saat itu aku tak terlalu kaget ataupun sakit hati.. justru aku lega. karena yang kupertanyakan selama ini hanyalah ingin tahu siapa aku bagimu? itu saja. jikapun aku cinta, ya itu adalah ketulusan dan memang sedari dulu tak berharap aku memilikkimu, karena ku tahu, ada perbedaan yang sangat prinsip dalam diri kita. ia.. terutama pemikiran dan tentang pandangan hidup. jadi ya sudahlah....
Keputusan anda benar bung, untuk menjadikan aku adalah sahabat anda dan bukan pacar atau pasangan anda. karena setelah kupikir-pikir, jikapun kita saling mencintai dan apakah aku siap dengan sesuatu yang terjadi ketika tiba-tiba nanti anda memintaku menikah besok? itu ide gila bukan? tentu saja aku belum siap. masa lajangku masih ingin kujalani untuk beberapa tahun lagi, untuk menitih hidup perjuangan dengan penuh kemandirian. Alhamdulillah tak terjadi,,, untungnya status kita yang selama ini ingin aku pertanyakan tapi berat sudah kuketahui,, aku ternyata adalah sahabatmu.
dan kamu akan memilih dengan orang yang lebih siap dan memang keinginanmu sendiri,, saat itu aku tak terlalu kaget ataupun sakit hati.. justru aku lega. karena yang kupertanyakan selama ini hanyalah ingin tahu siapa aku bagimu? itu saja. jikapun aku cinta, ya itu adalah ketulusan dan memang sedari dulu tak berharap aku memilikkimu, karena ku tahu, ada perbedaan yang sangat prinsip dalam diri kita. ia.. terutama pemikiran dan tentang pandangan hidup. jadi ya sudahlah....
Rabu, 16 Mei 2012
Cerita Cinta
Sampai bingung untuk menceritakannya dari mana. Seperti halnya biasa, aku selalu menutup mulut dan tak bernah mau berkomen akan hal ini. hmmm,,, cukup merasakannya saja lalu teman-teman sekitar akan merasa gembira dengan melihat mukaku yang berseri-seri. jikapun sering menangis maka tak kan ku biarkan orang lain tahu.., sedikit curang tapi untuk kebaikan.
tentang cinta yang sedang kuterima darinya, dari orang yang sangat tulus*sangat*. ini membuatku ingin sekali menceritakan akan pengorbanan cintanya.
Awal, sebelum aku dan dia seperti sekarang. seseorang mencoba mendapatkanku hingga akhirnya tercapailah keinginannya, karena kabarnya dia menyukaiku dari kita SD dulu. dekat dengannya semasa aku kuliah karena berawal dari kita bekerjasama dalam acara reunian SD. memang tida aku pungkiri juga masa-masa kecilku dulu sekolah sangat mengesankan, dengan teman-teman yang banyak dan mereka sekarang sudah menikah, dengan nilai rapor yang selalu tercantum angka romawi satu di bawah tengahnya. dan ngga akan aku lupa itu.
dia baik,, dan pada ujung cerita aku menanyakannya akan posisiku yang sebenarnya karena selama ini aku saja bingung sepenting apa aku buatnya? kemudian dengan jujur dia mengatakan bahwa tak mau memacariku seperti dia dengan yang lain,, lebih dari itu keinginannya 3 atau 4 tahun lagi berharap aku bisa menjadikan pasangan hidupnya..,,, terharu dan aku tak menyangkan. niatnya sungguh tulus, jauh dari itu aku sendiri kembali befikir, apa aku bisa seyakin dia mempercayaiku??? walhasil aku dengannya untuk satu bulan sebelas hari, kata-kata manis itu hilang sudah dan kenyataannya kau tidak cukup bisa menjaga hati. karena aku tahu ada perempuan lain,, memang mungkin wajar karena kita terpisah jarak meski sebenarnya kau masih tetap berkomitmen dan mengharap lebih dariku. Tapi, tahukah kalau aku pencemburu,, jadi satu kesalahan ini tak kumaafkan.
sekarang,,, tahukah kalau temannya yang sebenarnya mendekatiku dalam waktu yang hampir sama seperti dia. mengatakan bahwa dia menyukaiku, memang hal itu sudah lama dari awal aku masuk kuliyah. sampai aku semester akhir sekarang. itu melalui proses yang panjang dan perjuangan baginya. sudah kubilang untuk tidak bisa aku mencintainya, aku hanya menyayanginya. Tapi dia bersungguh-sungguh untuk dapat menjadi orang yang memang patut aku cintai,, sempat dia menyerah untuk bangkit mengejar cita-citanya yang mana itupun melalui proses gagal. dan sekarang dia sedang menjalani tugas militernya di Samarinda Kalimantan Timur. sepereti yang pernah dia katakan dulu dia ingin menjadi AD dan saat ini sudah hampir satu tahun masa tugasnya. kemudian dia datang dan kembali menanyakanku lagi seolah dia ingin mengatakan bahwa ini aku orang yang pantas kamu cintai dan kelak aku bisa memenuhi apa yang kamu mau.
Salut, beberapa orang tak sesungguh dia. perhatiannya dan tulusnya membuat mamahku sangat merestuinya, mungkin tak cuma mamah bahkan nenek dan saudara sependapat, sedangkan bapa beropini terserah aku saja.
Mirisanya adalah aku sedang mencoba mencintainya, ini perjuangan keras melawan intuisiku, dan sampai sekarang aku belum bisa cinta setulus dia mencintaku. memang aku adalah orang teraneh, tak kurang dari dia. alasanku sangat klasik dan sepele, hanya karena usia yang setara dan jarak rumah yang dekat. membuatku sedikit bimbang. tapi alasan bahwa aku belum bisa mencintainya itu adalah alasan yang prinsip. menurutku bagaimanapun cinta akan menyenangkan jika memang saling mencintai dan memberi manfaat satu sama lain.
Cinta memang susah aku buat-buat, tapi kadang tanpa kubuat sendirinya muncul disertai dengan rasa tulusku yang sangat, dengan perhatianku yang tulus bahkan tanpa berharap balasan. seperti yang sudah-sudah kepada orang yang aku cintai tulus, justru aku tidak pernah menampakkan bahwa aku mencintainya. yang sering kulakukan adalah mengadu padaNYA,, maka itu sering orang tersebut tidak mengetahuinya,, dan akan tau seiring berjalannya waktu atau malah kadang tidak tahu sama sekali.
Tapi tenagkah,, buat kamu yang sedang aku berusaha mencintaimu. seperti yang aku bilang kebersamaan kita tergantung apa jadinya nanti, kita serahkan saja pada Rabb yang sudah mencatatkan pasangan kita masing-masing dan jikapun Allah ijinkan akupun akan patuh dengan kehendakNYA.
tentang cinta yang sedang kuterima darinya, dari orang yang sangat tulus*sangat*. ini membuatku ingin sekali menceritakan akan pengorbanan cintanya.
Awal, sebelum aku dan dia seperti sekarang. seseorang mencoba mendapatkanku hingga akhirnya tercapailah keinginannya, karena kabarnya dia menyukaiku dari kita SD dulu. dekat dengannya semasa aku kuliah karena berawal dari kita bekerjasama dalam acara reunian SD. memang tida aku pungkiri juga masa-masa kecilku dulu sekolah sangat mengesankan, dengan teman-teman yang banyak dan mereka sekarang sudah menikah, dengan nilai rapor yang selalu tercantum angka romawi satu di bawah tengahnya. dan ngga akan aku lupa itu.
dia baik,, dan pada ujung cerita aku menanyakannya akan posisiku yang sebenarnya karena selama ini aku saja bingung sepenting apa aku buatnya? kemudian dengan jujur dia mengatakan bahwa tak mau memacariku seperti dia dengan yang lain,, lebih dari itu keinginannya 3 atau 4 tahun lagi berharap aku bisa menjadikan pasangan hidupnya..,,, terharu dan aku tak menyangkan. niatnya sungguh tulus, jauh dari itu aku sendiri kembali befikir, apa aku bisa seyakin dia mempercayaiku??? walhasil aku dengannya untuk satu bulan sebelas hari, kata-kata manis itu hilang sudah dan kenyataannya kau tidak cukup bisa menjaga hati. karena aku tahu ada perempuan lain,, memang mungkin wajar karena kita terpisah jarak meski sebenarnya kau masih tetap berkomitmen dan mengharap lebih dariku. Tapi, tahukah kalau aku pencemburu,, jadi satu kesalahan ini tak kumaafkan.
sekarang,,, tahukah kalau temannya yang sebenarnya mendekatiku dalam waktu yang hampir sama seperti dia. mengatakan bahwa dia menyukaiku, memang hal itu sudah lama dari awal aku masuk kuliyah. sampai aku semester akhir sekarang. itu melalui proses yang panjang dan perjuangan baginya. sudah kubilang untuk tidak bisa aku mencintainya, aku hanya menyayanginya. Tapi dia bersungguh-sungguh untuk dapat menjadi orang yang memang patut aku cintai,, sempat dia menyerah untuk bangkit mengejar cita-citanya yang mana itupun melalui proses gagal. dan sekarang dia sedang menjalani tugas militernya di Samarinda Kalimantan Timur. sepereti yang pernah dia katakan dulu dia ingin menjadi AD dan saat ini sudah hampir satu tahun masa tugasnya. kemudian dia datang dan kembali menanyakanku lagi seolah dia ingin mengatakan bahwa ini aku orang yang pantas kamu cintai dan kelak aku bisa memenuhi apa yang kamu mau.
Salut, beberapa orang tak sesungguh dia. perhatiannya dan tulusnya membuat mamahku sangat merestuinya, mungkin tak cuma mamah bahkan nenek dan saudara sependapat, sedangkan bapa beropini terserah aku saja.
Mirisanya adalah aku sedang mencoba mencintainya, ini perjuangan keras melawan intuisiku, dan sampai sekarang aku belum bisa cinta setulus dia mencintaku. memang aku adalah orang teraneh, tak kurang dari dia. alasanku sangat klasik dan sepele, hanya karena usia yang setara dan jarak rumah yang dekat. membuatku sedikit bimbang. tapi alasan bahwa aku belum bisa mencintainya itu adalah alasan yang prinsip. menurutku bagaimanapun cinta akan menyenangkan jika memang saling mencintai dan memberi manfaat satu sama lain.
Cinta memang susah aku buat-buat, tapi kadang tanpa kubuat sendirinya muncul disertai dengan rasa tulusku yang sangat, dengan perhatianku yang tulus bahkan tanpa berharap balasan. seperti yang sudah-sudah kepada orang yang aku cintai tulus, justru aku tidak pernah menampakkan bahwa aku mencintainya. yang sering kulakukan adalah mengadu padaNYA,, maka itu sering orang tersebut tidak mengetahuinya,, dan akan tau seiring berjalannya waktu atau malah kadang tidak tahu sama sekali.
Tapi tenagkah,, buat kamu yang sedang aku berusaha mencintaimu. seperti yang aku bilang kebersamaan kita tergantung apa jadinya nanti, kita serahkan saja pada Rabb yang sudah mencatatkan pasangan kita masing-masing dan jikapun Allah ijinkan akupun akan patuh dengan kehendakNYA.
Selasa, 17 Januari 2012
Peta Mimpi
Bahkan aku ngga nyangka, sudah menginjak semester ahir dan UAS tempo lalu adalah UAS terakhir untuk kuliyah S1 ku. Memang waktu terkadang mengelabuhiku dengan jutaan aktivitas yang tanpa sadari aku sudah berjalan diwaktu yang lama. Aku belum bisa mbayangin untuk beberapa bulan lagi gelar anak kuliyahan itu selesai sudah. Jauh keinginanku, perjalananku menuntut ilmu tak ku hentikan sampai sini, tapi ingin lanjutin S2 dengan jurusan matematika ekonomi, adakah??? Sepertinya usahaku untuk mencapai itu memang hampir dibilang belum. Karena sebelum itu sudah kubuat peta hidup, adalah mimpi yang ingin aku capai dengan keterbatasan kemapuanku. Setelah lulus nanti, rasanya tak sabar untuk bisa bekerja dan biar mereka tahu, aku ingin membahagiakannya seiring dengan usianya yang sudah tidak muda lagi. Sabarlah, mah pah... sedikit yang aku bisa kan ku berikan semuanya untuk kalian.
Dari dulu aku selalu bilang sama temenku, pengen bekerja di Badan Urusan Logistik alias Bulog. Entahlah kebiasaanku bermain di sawah waktu kecil, sudah terlalu akrap dengan aroma khas tanaman padi di pagi hari di samping rumah, dan karena keheranan ku dengan hobi negara ku yang suka impor beras.,, huuhuu. Berikutnya, kulanjutkan imajinasiku,, untuk dua atau tiga tahun kedepan. Bertambah dewasa dan semakin matang, sepertinya aku sudah siap untuk bisa menjadi istri yang baik dari laki-laki yang Allah yakini adalah orang yang tepat. Disini aku akan kembali berfikir untuk melajutkan S2, mengejar mimpi dan menjadi istri yang baik. Sekali lagi ini adalah mimpi dan kuberusaha untuk bangun sepagi mungkin dan kupenuhi mimpi itu.
Waktu kecilku dulu tidak ada yang bisa mencegah setiap keinginan ku yang terlalu keras. Ada sisi baik dari kekerasanku, dimana aku akhirnya mendapatkan apa yang memang aku inginkan. Sekarang keinginan ku yang keras sudah hilang tak tau lah,, mungkin kedewasaan membuat obsesiku berkurang untuk mencapai mimpi. Jelasnya kata “galau” itulah yang terkadang bisa membuatku mati suri. Padahal tak cukup alasanku untuk itu, hanya saja alur cinta yang kulalui seakan tak berarah, dengan keragu-raguanku pada akhirnya aku berdiri dari rasa lemahku sendiri. Karena ku tak begitu yakin kalau cinta suci itu ada.
Ya sudahlah.., baiknya aku bangun dari mimpi panjangku semalam. Kan kubuat hidup itu manis. G$
Senin, 19 Desember 2011
LoneRanger
Langit menjelang senja yang ku lihat semakin tunjukkan gelapnya ketika matahari menyembunyikan dirinya di arah barat, dengan warna jingga pekat dan membiasnya menjadi lembayung senja yang begitu indah. Tapi kupandangi langit sekitar gelap suram, nampaknya sebentar lagi akan turun hujan dengan ditandai awan- awan gelap yang mulai menggeserkan posisinya dan menyatukan diri sehingga menutupi lazuardi biru muda yang sebelumnya terang. Suasana sunyi, pohon-pohon berwarna gelap akibat tidak ada lagi pantulan cahaya, burung- burung breja dan kelelawar beterbangan, agaknya mencari tempat beristirahat malam ini.
Masih duduk menikmati indahnya benda- benda yang Allah ciptakan, melakukan pergerakan demi pergerakan dan merubah dunia yang sebelumnya terang, kini telah bermetamorfosis menjadi gelap dan menggantikan matahari dengan bulan dan bintang- bintang. Selamanya dunia akan melakukan proses perubahannya seperti apa yang telah Dia atur sedemikian rupa, dan pasti berubah dengan tahap- tahapnya, tanpa satupun tahap yang terlupakan. Karena jika hari berubah tanpa melalui malamnya, maka itu akan aneh, dan tak akan pernah siang mendahului malam ,mungkin orang bilang kiamat akan datang. Tapi ini tidak pernah terjadi, Allah sudah mengaturnya hingga fenomena alam sekecil- kecilnya. Bagaimana bisa aku tidak mengagumi-NYA, ketika semua apa yang kita lihat, bahkan sebelum pikiran cerdas para intelek mengetahui ilmunya, Allah sudah merumuskan sebelumnya di kitab suci al- Quran yang menandakan bahwa memang itu datangnya dari Allah, aku tak akan pungkiri itu Rabb.
“ Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langin menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakin-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” ( Ar-ruum: 48)
Tapi apa jadinya jika satu proses kehidupan manusia yang sangat vital tidak dijalankan, sangat prihatin. Sementara diurusan lain, yang sangat remeh- temeh bahkan bisa dibilang hanya sebagai penunjang
hidup itu menjadi prioritas utama. Terlihat dari kasat mata, kehidupannya bahagia, tentram, dan tak kenal susah. Itu sementara, satu proses kehidupa penting tidak dijalankan, dan akibat nanti, dampak negatif akan segera datang. Tapi masihkah tak kalian sadari? Sungguh amat tidak sesuai dengan usia yang sudah kalian sandang. Apa selama ini tidak cukup menjadi pelajaran, saat itu sosok yang amat aku kagumi dengan tidak terhormat diseret ke kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama menjalani amanat rakyat, dan sekaligus beliau sebagai korban pengkhianatan dari rekan sekerjanya yang menginginkan menggantikan posisinya. Atau saat kita sedang asyik mempercantik rumah menjelang idul fitri, lalu tiba- tiba orang yang kita kenal selama ini, mencak-mencak tak terkendalikan, mencaci maki LoneRangerku dengan seenaknya. Dan pertanyaanku, buat apa mempercantik rumah????? Itu tak penting. Dibalik semua itu ada hal yang jauh sangat penting diselesaikan, tidak hanya oleh LoneRangerku. Apakah tak kasihan terhadapnya??????? Kesalahan yang dilakukannya, bukan mutlak karenanya. Dari semua yang selama ini membuat kita tak pernah merasa susah, itu semua karena LoneRangerku. Dan sekarang, kita mau melarikan diri????
Walau sebelumnya rasa kagum itu hilang, sebab kesal tak dapati perangai yang bisa membuat aku meneladaninya. Belakangan, makin menyadari bahwa dari sekian keburukan itu, LoneRangerku masih punya banyak sekali perangai yang aku saja susah meneladaninya. Selalu tidur beralaskan tikar dibawah ranjang, dikamar belakang, dengan tubuh yang meringkuk hampir membentuk huruf S. terkadang kudengar igauan yang tak jelas, seperti orang ketakutan. Apakah kami sudah sangat menjadi beban baginya?. Kutahu angin malam dingin sekali, Tapi kenapa tak pernah mau pindah di kamar dalam. LoneRangerku sudah terbiasa dengan hal itu. Aku selalu bangun kesiangan, ketika masuk dapur, pasti sudah ada segelas teh hangat yang sangat legit, siapa lagi kalau bukan buatan LoneRangerku. Selalu rajin seperti layaknya ibu rumah tangga, karena semuanya bisa beliau lakukan. Aku yakin tak semua orang bisa melakukan seperti itu. Meski LoneRangerku tak pernah bisa berkata-kata banyak, setahunya dia selalu menyetujui apa saja. Terbesit rasa jengkel ketika masalah yang pelik dan seharusnya cepat diatasi, tapi beliau hanya bisa berdiam diri. terkadang orang langsung bisa menilainya hanya dari satu sisi itu. Tapi aku sudah cukup tahu, kini aku lebih mencintainya dengan apa yang semua beliau miliki. Sanak saudara akan lain lagi ceritanya, bahkan mungkin pikiran mereka, semua tentang kelemahan LoneRanger, selalu dirundung masalah, minta bantuan, belum beres jadi pemimpin, meminta belas kasihan. Dibanding mereka yang sudah bisa hidup tenang dengan gaji perbulan. Sudah cukup alasan untuk memandang LoneRangerku sebelah mata. Persetan dengan semuanya, andai saja seisi dunia
y
mencerca LoneRangerku, maka tak akan aku biarkan. Andai saja waktu bisa aku undur, sampai ketika terjadi tragedi itu.
LoneRangerku diseret dengan paksa, dipermalukan sepenjang jalan oleh orang- orang yang selama ini beliau utamakan hak-haknya, dan hanya dengan perintah sang provokator tengik, yang ingin menggantikan posisi jabatan LoneRangerku, tak lain adalah rekan yang seperti saudaranya. Seketika mereka semua dengan tanpa rasa iba, menyeret LoneRangerku sampai kantor polisi. Hanya urusan dana PEMDA yang tak jelas, yang kurang dari 5 juta. Apa itu pantas??? Dengan apa yang beliau terima saat itu, pertaruhkan kehormatan, nama baik, dan harga dirinya, hanya oleh masalah yang kuyakin banyak kongkalikong didalamnya, beliau tidak bekerja sendiri. Andai saja aku dirumah saat itu, akan aku susul LoneRangerku, kupeluk tubuh ringkuhnya, yakinkan kalau beliau tak sendiri. Satupun orang tak memihaknya, mereka semua sudah tercekoki cerita- cerita busuk sang provokator. Yang padahal LoneRangerku akan selalu mengutamakan hak-hak mereka. Ada indikasi bahwa dana itu mengalir ditangan para provokator. Mereka jadikan LoneRangerku sebagai kambing hitamnya. Saat itu, aku janji pada diriku sendiri, tak akan aku biarkan LoneRangerku terlalu berat mengangkat beban sendiri. Dengan usia yang tak muda lagi, terlihat rambut LoneRangerku sudah dipenuhi uban, kini saatnya LoneRangerku istirahat, tidak boleh cape. Setelah beberapa tahun, saat masa kecilku dulu begitu aku dimanjakan. Itulah sebabnya, do’aku setiap selesai sholat meminta supaya Allah tak hentikan dunia ini sebelum keduanya bahagia, bahagia dariku.
“ Bah, saya sudah cukup bersabar. Sudah saya kasih waktu sepuluh bulan untuk abah memenuhi janjinya. Setiap kali saya kesini, pulang selalu dengan tangan kosong. Jauh- jauh saya datang kesini, tapi tak pernah bawa hasil.” pembicaraan pak daud sedikit emosi.
“ saya tadi sudah bilang dengan orangnya, katanya jam delapan malam ini akan datang. “ LoneRanger menjawab dengan kalimat singkat yang tidak memuaskan.
“ Sekarang saya tidak bisa menunggu lagi”
“ Ya sudah hari selasa nanti, kesini lagi”
“ Nanti jika benar-benar sudah ada, saya kesini lagi.”
Pembicaraan semakin memuncak, tegang, terjadi pembicaraan yang sengit. Tak ada yang menyangka bahwa sebelumnya mereka adalah teman bisnis yang saling mempercayai, mengamanati, dan perseteruan itu sebetulnya tak pantas terjadi. Semakin lama malah makin menjadi-jadi.
Emosi LoneRangerku memuncak, kini watak tidak logisnya keluar. Saat itu kulihat LoneRangerku berubah jadi anak kecil yang baru bisa berfikir.
“ Semakin ngelunjak saja, ayyoo…….. tak ladeni sampean.” Geraknya mengajak pak daud adu fisik. Dengan sekuat tenagaku mencegah pak daud, untuk tidak meladeninya. Sementara yang lain, menahan LoneRangerku dan memberi kecamman, meski tak didengar.
Sudah cukum membuat seorang aku ini merasa kecewa, miris, prihatin, tak habis pikir. Tetap ku tutupi LoneRangerku, kulindungi dengan baik, karena dia masih seorang LoneRangerku.
Walau sedikit kumaki sebelumnya, itu karena ku kecewa.
Bukankah tidak seperti itu, apa yang dipikirkan LoneRangerku??? Kata-kata yang keluar hanyalah pemikiran cetek, karena LoneRangerku selalu butuh waktu untuk berfikir sendiri dan kemudian memutuskannya. Kali ini tak bisa tinggal diam, menyimpan rasa tidak enak pada pak daud yang dalam posisi ini, dia dirugikan. Terlihat dari mimik dan bicaranya, nampaknya dia masih ingin menyelesaikan masalahnya secara persaudaraan. Semoga saja tak berlarut-larut.
Suasana masih tegang setelah beberapa menit lalu pak daud pulang. Hanya sebentar, kondisi pulih seperti sebelumnya kembali. Masalah selesai sudah, tapi itu hanya kelihatannya. Kembali pikiran logis itu mencerna. Apa mereka benar-benar sedang bercanda? Tidakkah terbebani sedikitpun, atau berfikir bagaimana cara memenuhi janji itu seperti yang dikatakan sebelumnya. Atau mereka hanya berusaha menghibur diri, setelah beberapa jam lalu tegang dan banjir tangisan serta kata- kata yang menegangkan otot. Di belakang sana, seperti biasa LoneRangerku memingit diri, entah apa yang dilakukan. Kuyakin pasti sedang kalut, ruwed, dengan masalah pak daud. LoneRanger…..aku ada disini.
Ahh, hidup tak sekeras itu. Berfikir dari sisi lainnya ketika satu sisi sudah buruk. Sisi lain itu adalah mensyukuri apa yang Allah ya Ghaniyy yang sudah memberikan banyak nikmat dan kekayaan fisik, bahwa sejatinya ketidak jelasan yang ada, yang membuat aku ingin merubahnya, nyatanya aku dan mereka tak pernah merasa kesulitan. Allah maha kaya dari yang aku kira. Jauh di masa yang akan datang, waktu yang masih menggantung di atas langit ketujuh, berharap ketidak jelasan itu semua bisa dijelaskan dengan sejelas- jelasnya, tak hanya itu bisa diselesaikan sampai masalah tak berbuntut. Hingga sudah tahu mana yang benar-benar penting, dan satu hal amat penting adalah hidup bukan hanya untuk memuaskan diri, tapi berinstospeksi supaya apa yang didapat memang dengan cara yang benar.
Masih duduk menikmati indahnya benda- benda yang Allah ciptakan, melakukan pergerakan demi pergerakan dan merubah dunia yang sebelumnya terang, kini telah bermetamorfosis menjadi gelap dan menggantikan matahari dengan bulan dan bintang- bintang. Selamanya dunia akan melakukan proses perubahannya seperti apa yang telah Dia atur sedemikian rupa, dan pasti berubah dengan tahap- tahapnya, tanpa satupun tahap yang terlupakan. Karena jika hari berubah tanpa melalui malamnya, maka itu akan aneh, dan tak akan pernah siang mendahului malam ,mungkin orang bilang kiamat akan datang. Tapi ini tidak pernah terjadi, Allah sudah mengaturnya hingga fenomena alam sekecil- kecilnya. Bagaimana bisa aku tidak mengagumi-NYA, ketika semua apa yang kita lihat, bahkan sebelum pikiran cerdas para intelek mengetahui ilmunya, Allah sudah merumuskan sebelumnya di kitab suci al- Quran yang menandakan bahwa memang itu datangnya dari Allah, aku tak akan pungkiri itu Rabb.
“ Allah, Dialah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langin menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakin-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira.” ( Ar-ruum: 48)
Tapi apa jadinya jika satu proses kehidupan manusia yang sangat vital tidak dijalankan, sangat prihatin. Sementara diurusan lain, yang sangat remeh- temeh bahkan bisa dibilang hanya sebagai penunjang
hidup itu menjadi prioritas utama. Terlihat dari kasat mata, kehidupannya bahagia, tentram, dan tak kenal susah. Itu sementara, satu proses kehidupa penting tidak dijalankan, dan akibat nanti, dampak negatif akan segera datang. Tapi masihkah tak kalian sadari? Sungguh amat tidak sesuai dengan usia yang sudah kalian sandang. Apa selama ini tidak cukup menjadi pelajaran, saat itu sosok yang amat aku kagumi dengan tidak terhormat diseret ke kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama menjalani amanat rakyat, dan sekaligus beliau sebagai korban pengkhianatan dari rekan sekerjanya yang menginginkan menggantikan posisinya. Atau saat kita sedang asyik mempercantik rumah menjelang idul fitri, lalu tiba- tiba orang yang kita kenal selama ini, mencak-mencak tak terkendalikan, mencaci maki LoneRangerku dengan seenaknya. Dan pertanyaanku, buat apa mempercantik rumah????? Itu tak penting. Dibalik semua itu ada hal yang jauh sangat penting diselesaikan, tidak hanya oleh LoneRangerku. Apakah tak kasihan terhadapnya??????? Kesalahan yang dilakukannya, bukan mutlak karenanya. Dari semua yang selama ini membuat kita tak pernah merasa susah, itu semua karena LoneRangerku. Dan sekarang, kita mau melarikan diri????
Walau sebelumnya rasa kagum itu hilang, sebab kesal tak dapati perangai yang bisa membuat aku meneladaninya. Belakangan, makin menyadari bahwa dari sekian keburukan itu, LoneRangerku masih punya banyak sekali perangai yang aku saja susah meneladaninya. Selalu tidur beralaskan tikar dibawah ranjang, dikamar belakang, dengan tubuh yang meringkuk hampir membentuk huruf S. terkadang kudengar igauan yang tak jelas, seperti orang ketakutan. Apakah kami sudah sangat menjadi beban baginya?. Kutahu angin malam dingin sekali, Tapi kenapa tak pernah mau pindah di kamar dalam. LoneRangerku sudah terbiasa dengan hal itu. Aku selalu bangun kesiangan, ketika masuk dapur, pasti sudah ada segelas teh hangat yang sangat legit, siapa lagi kalau bukan buatan LoneRangerku. Selalu rajin seperti layaknya ibu rumah tangga, karena semuanya bisa beliau lakukan. Aku yakin tak semua orang bisa melakukan seperti itu. Meski LoneRangerku tak pernah bisa berkata-kata banyak, setahunya dia selalu menyetujui apa saja. Terbesit rasa jengkel ketika masalah yang pelik dan seharusnya cepat diatasi, tapi beliau hanya bisa berdiam diri. terkadang orang langsung bisa menilainya hanya dari satu sisi itu. Tapi aku sudah cukup tahu, kini aku lebih mencintainya dengan apa yang semua beliau miliki. Sanak saudara akan lain lagi ceritanya, bahkan mungkin pikiran mereka, semua tentang kelemahan LoneRanger, selalu dirundung masalah, minta bantuan, belum beres jadi pemimpin, meminta belas kasihan. Dibanding mereka yang sudah bisa hidup tenang dengan gaji perbulan. Sudah cukup alasan untuk memandang LoneRangerku sebelah mata. Persetan dengan semuanya, andai saja seisi dunia
y
mencerca LoneRangerku, maka tak akan aku biarkan. Andai saja waktu bisa aku undur, sampai ketika terjadi tragedi itu.
LoneRangerku diseret dengan paksa, dipermalukan sepenjang jalan oleh orang- orang yang selama ini beliau utamakan hak-haknya, dan hanya dengan perintah sang provokator tengik, yang ingin menggantikan posisi jabatan LoneRangerku, tak lain adalah rekan yang seperti saudaranya. Seketika mereka semua dengan tanpa rasa iba, menyeret LoneRangerku sampai kantor polisi. Hanya urusan dana PEMDA yang tak jelas, yang kurang dari 5 juta. Apa itu pantas??? Dengan apa yang beliau terima saat itu, pertaruhkan kehormatan, nama baik, dan harga dirinya, hanya oleh masalah yang kuyakin banyak kongkalikong didalamnya, beliau tidak bekerja sendiri. Andai saja aku dirumah saat itu, akan aku susul LoneRangerku, kupeluk tubuh ringkuhnya, yakinkan kalau beliau tak sendiri. Satupun orang tak memihaknya, mereka semua sudah tercekoki cerita- cerita busuk sang provokator. Yang padahal LoneRangerku akan selalu mengutamakan hak-hak mereka. Ada indikasi bahwa dana itu mengalir ditangan para provokator. Mereka jadikan LoneRangerku sebagai kambing hitamnya. Saat itu, aku janji pada diriku sendiri, tak akan aku biarkan LoneRangerku terlalu berat mengangkat beban sendiri. Dengan usia yang tak muda lagi, terlihat rambut LoneRangerku sudah dipenuhi uban, kini saatnya LoneRangerku istirahat, tidak boleh cape. Setelah beberapa tahun, saat masa kecilku dulu begitu aku dimanjakan. Itulah sebabnya, do’aku setiap selesai sholat meminta supaya Allah tak hentikan dunia ini sebelum keduanya bahagia, bahagia dariku.
“ Bah, saya sudah cukup bersabar. Sudah saya kasih waktu sepuluh bulan untuk abah memenuhi janjinya. Setiap kali saya kesini, pulang selalu dengan tangan kosong. Jauh- jauh saya datang kesini, tapi tak pernah bawa hasil.” pembicaraan pak daud sedikit emosi.
“ saya tadi sudah bilang dengan orangnya, katanya jam delapan malam ini akan datang. “ LoneRanger menjawab dengan kalimat singkat yang tidak memuaskan.
“ Sekarang saya tidak bisa menunggu lagi”
“ Ya sudah hari selasa nanti, kesini lagi”
“ Nanti jika benar-benar sudah ada, saya kesini lagi.”
Pembicaraan semakin memuncak, tegang, terjadi pembicaraan yang sengit. Tak ada yang menyangka bahwa sebelumnya mereka adalah teman bisnis yang saling mempercayai, mengamanati, dan perseteruan itu sebetulnya tak pantas terjadi. Semakin lama malah makin menjadi-jadi.
Emosi LoneRangerku memuncak, kini watak tidak logisnya keluar. Saat itu kulihat LoneRangerku berubah jadi anak kecil yang baru bisa berfikir.
“ Semakin ngelunjak saja, ayyoo…….. tak ladeni sampean.” Geraknya mengajak pak daud adu fisik. Dengan sekuat tenagaku mencegah pak daud, untuk tidak meladeninya. Sementara yang lain, menahan LoneRangerku dan memberi kecamman, meski tak didengar.
Sudah cukum membuat seorang aku ini merasa kecewa, miris, prihatin, tak habis pikir. Tetap ku tutupi LoneRangerku, kulindungi dengan baik, karena dia masih seorang LoneRangerku.
Walau sedikit kumaki sebelumnya, itu karena ku kecewa.
Bukankah tidak seperti itu, apa yang dipikirkan LoneRangerku??? Kata-kata yang keluar hanyalah pemikiran cetek, karena LoneRangerku selalu butuh waktu untuk berfikir sendiri dan kemudian memutuskannya. Kali ini tak bisa tinggal diam, menyimpan rasa tidak enak pada pak daud yang dalam posisi ini, dia dirugikan. Terlihat dari mimik dan bicaranya, nampaknya dia masih ingin menyelesaikan masalahnya secara persaudaraan. Semoga saja tak berlarut-larut.
Suasana masih tegang setelah beberapa menit lalu pak daud pulang. Hanya sebentar, kondisi pulih seperti sebelumnya kembali. Masalah selesai sudah, tapi itu hanya kelihatannya. Kembali pikiran logis itu mencerna. Apa mereka benar-benar sedang bercanda? Tidakkah terbebani sedikitpun, atau berfikir bagaimana cara memenuhi janji itu seperti yang dikatakan sebelumnya. Atau mereka hanya berusaha menghibur diri, setelah beberapa jam lalu tegang dan banjir tangisan serta kata- kata yang menegangkan otot. Di belakang sana, seperti biasa LoneRangerku memingit diri, entah apa yang dilakukan. Kuyakin pasti sedang kalut, ruwed, dengan masalah pak daud. LoneRanger…..aku ada disini.
Ahh, hidup tak sekeras itu. Berfikir dari sisi lainnya ketika satu sisi sudah buruk. Sisi lain itu adalah mensyukuri apa yang Allah ya Ghaniyy yang sudah memberikan banyak nikmat dan kekayaan fisik, bahwa sejatinya ketidak jelasan yang ada, yang membuat aku ingin merubahnya, nyatanya aku dan mereka tak pernah merasa kesulitan. Allah maha kaya dari yang aku kira. Jauh di masa yang akan datang, waktu yang masih menggantung di atas langit ketujuh, berharap ketidak jelasan itu semua bisa dijelaskan dengan sejelas- jelasnya, tak hanya itu bisa diselesaikan sampai masalah tak berbuntut. Hingga sudah tahu mana yang benar-benar penting, dan satu hal amat penting adalah hidup bukan hanya untuk memuaskan diri, tapi berinstospeksi supaya apa yang didapat memang dengan cara yang benar.
Minggu, 11 Desember 2011
asal-asalan + ngtes
hemmmh ... dapet juga blog baru. setelah lama bangeTT blok dulu ga pernah keisi dan sangking lamanya tuh ampe menjamur,, lupa nama blog nya. huahaa |@ gaptek tingkat global. Ta apa lah, pentingnya sekarang moga aja sih tulisan- tulisanku yang di post di blok ini nih bisa bermanfaat buat yang baca, nambah info, dan menghibur ( ngarep).
o ya,, sebelumnya kenalin dulu, temenku ci shemi _shaumi,, beuhhh msalah blog menngeblog dia pakarnya. mangkanya Q jadi ikut keracunan pngen juga. makasih y"
posting cucuba ku perdana, udah dulu lah. inget besok presentasi + Quiz + tugas, banyak juga.
buat malam ini..., belajar dulu ah.
See_ U
o ya,, sebelumnya kenalin dulu, temenku ci shemi _shaumi,, beuhhh msalah blog menngeblog dia pakarnya. mangkanya Q jadi ikut keracunan pngen juga. makasih y"
posting cucuba ku perdana, udah dulu lah. inget besok presentasi + Quiz + tugas, banyak juga.
buat malam ini..., belajar dulu ah.
See_ U
Langganan:
Postingan (Atom)